Iklan

Iklan

Menyoal Ijazah Palsu Para Keuchik dan Perangkat Desa

Berita Publik, Menyoal Ijazah Palsu Para Keuchik dan Perangkat Desa
Ilustrasi
Ketika pemerintah mulai mencanangkan program Dana Desa beberapa tahun yang lalu, sangat banyak dari kalangan masyarakat yang berbondong - bondong ingin menjadi orang nomor satu di desanya. Bahkan, ada yang menghalalakan segala cara demi ikut serta pada pemilihan yang dilaksankan secara demokrasi.

Kehidupan Desa (Gampong) memang tidak jauh dari pro dan kontra, ini disebabkan karena masyarakatnya tidak terlalu berfikir panjang ditambah dengan jiwa emosional yang tinggi. Al-hasil masalah pun hadir ketika Kades (Keuchik) yang terpilih selesai dilantik.

Kadang, masalah datang dari pendukung calon lainnya atau dari tim pemenangannya sendiri yang kecewa seusai sang keuchik yang telah dilantik. Pulang pergi ke Polres masing - masing untuk melaporkan itu acap kali terjadi dalam sebuah Desa. 

Pemalsuan Ijazah memang sering kali terjadi dalam Desa (Gampong) di Aceh, karena syarat untuk menduduki jabatan di Desa syaratnya harus memiliki Ijazah minimal SMA-sederajat. Mereka yang tidak memiliki pegangan tersebut terpaksa mengambil jalan pintas, salah satunya memalsukan Ijazah.

Beragam cara pemalsuan dan manipulasi data pun dilakukan dan yang sering terjadi adalah pemalsuan yang mengatasnamakan Pesantren (Dayah).

Berikut beritapublik.com merangkup beberaoa Keuchik dan Perangkat Desa yang memalsukan Ijazah demi menduduki kursi nomor satu di Gampongnya.

1. Keuchik Lhok Kulam Jeunieb yang Tersangkut Kasus Ijazah Palsu
Berita Publik, Menyoal Ijazah Palsu Para Keuchik dan Perangkat Desa
Camat Jeunib, Yusri SHi (Serambi)
Dikutip dari laman Serambi Indonesia pada 10 Juli 2020, Keuchik Lhok Kulam, Jeunieb bersinial Nr bin Ah yang tersangkut kasus dugaan pemalsuan ijazah saat mencalonkan diri sebagai keuchik desa setempat sudah melapor ia dipanggil jaksa dan ia masih menjabat sebagai keuchik definitif.

Hal itu disampaikan Camat Jeunieb Yusri SHi (10/07/2020) menyangkut kasus tersebut. 

Cek Berita Selengkapnya : 

2. Kasus ijazah palsu keuchik di Singkil disidangkan
Berita Publik, Menyoal Ijazah Palsu Para Keuchik dan Perangkat Desa
Kepala Desa Sebatang terpilih Radimin yang tersangkut kasus Ijazah palsu sedang diadili oleh Pengadilan Negeri Singkil. (Foto Antara Aceh/Khairuman).
Dikutip dari antaranews.com, pada 19 Maret 2018 Terdakwa Keuchik (kepala desa) Radimin, dalam perkara ijazah palsu akhirnya menjalani sidang dengan mendengarkan keterangan saksi-saksi di Ketapang Indah, Kabupaten Aceh Singkil.
    
Wakil Ketua Pengadilan Negeri Singkil sekaligus Humas Asraruddin Anwar SH  MH kepada wartawan Rabu di ruang kerjanya mengatakan dalam sidang lanjutan perkara tentang masalah pemalsuan ijazah pada sidang Senin (19/3), pihaknya masih tahap mendengarkan keterangan saksi dari Jinal, selaku pelapor dalam kasus itu.


3. Ijazah Palsu Keuhik Gampong Cut Nyong
Berita Publik, Menyoal Ijazah Palsu Para Keuchik dan Perangkat Desa
Ilustrasi Ijazah Palsu
Kepala Desa (Keuchik) terpilih Gampong Cut Nyong, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, Muhammad bin Abbas diduga menggunakan ijazah palsu sebagai syarat administrasi pencalonnya.

Dkutip dari AJNN, panitia pemilihan kepala desa di Kabupaten Pidie Jaya pernah menolak ijazah yang pernah dilampirkan oleh keuchik terpilih tersebut. Namun setelah ditolak, Muhammad bin Abbas mengantikannya dengan ijazah lain yang setingkat, tetapi dari lembaga pendidikan dan tahun yang berbeda.

Cek Berita Selengkapnya:
Keuchik Terpilih Gampong Cut Nyong Diduga Berijazah Palsu

4. Keuchik Terpilih di Aceh Utara Diduga Gunakan Ijazah Palsu
Berita Publik, Menyoal Ijazah Palsu Para Keuchik dan Perangkat Desa
Ilustrasi
Walaupun dinilai sukses, pelaksanaan pemilihan kepala desa (Geuchik) yang digelar pada hari Senin tanggal 20 Januari 2020 di Desa Alue Krak Kaye, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara masih meninggalkan polimik di desa tersebut, sebagaimana kami kuti dari forumkeadilan.com

Salah satu peserta pilkades, M Amin Ali bersama beberapa pemuda desa setempat mempertanyakan keabsahan ijazah milik Wandi kades terpilih yang diduga menggunakan ijazah palsu.

Cek Berita Selengkapnya:
Kades Terpilih di Aceh Utara Diduga Gunakan Ijazah Palsu


5. Ijazah Palsu Keuchik Seuneubok Bayu
Berita Publik, Menyoal Ijazah Palsu Para Keuchik dan Perangkat Desa
Surat Keterangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe Nomor : 870/SPNF.SKB.44/2018

A. Latif (56) warga Desa Seuneubok Bayu Kec. Indramakmur yang terpilih menjadi Kepala Desa Setempat, Kabupaten Aceh Timur, pada pilkades 10 Desember 2017 kemarin, diduga Kuat menggunakan ijazah palsu pada saat pencalonan.

A. Latif terpilih menjadi Keuchik (Kades) Periode 2017-2023 setelah berhasil memenangkan Pilkades tahun lalu dengan mengalahkan rivalnya yang hanya meraih suara 45%. HA (50) salah seorang warga desa setempat yang memberikan keterangan kepada Ormas DPC LAKI Aceh, Rabu malam (10/01) disalah satu warung kopi desa Seuneubok Bayu, Kec. Indra Makmur, sangat berharap pilkades yang dilaksanakan pada tahun 2017 lalu itu diusut kembali keabsahannya.

Cek Berita Selengkapya:
Keuchik Seunebok Bayu Diduga Gunakan Ijazah Palsu

6. Ijazah Palsu Kadus Nisam
Berita Publik, Menyoal Ijazah Palsu Para Keuchik dan Perangkat Desa
Ilustrasi

Dikutip dari acehtrend.com Hasanuddin Baridin, Kepala Dusun (Kadus) Pulo Drien terpilih di Gampong Binjee, Kecamatan Nisam, Aceh Utara dilaporkan ke Mapolres Lhokseumawe terkait dugaan pemalsuan dukumen saat mencalonkan diri sebagai calon kepala dusun.

Hasanuddin dilaporkan oleh Ketua Pemilihan Kadus, Razali Syafari terkait pemalsuan ijazah Paket C saat mendaftar sebagai calon kadus di Dusun Pulo Drien.

“Kita telah melaporkan Hasanuddin terkait pemalsuan ijazah ke Mapolres Lhokseumawe pada Senin, 10 Agustus 2020,” kata Razali Syafari kepada aceHTrend, Kamis (13/8/2020).

Berita Selengkapnya :
Diduga Palsukan Ijazah, Kadus Terpilih di Nisam Dilaporkan ke Polisi

Diduga, masih banyak lagi kasus Ijazah palsu para perangkat desa yang belum berhasil kami himpun, namun timbul pertanyaan besar, siapa yang patut dipersalahkan dalam hal ini.

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

Terkini